Jakarta, 18 September 2026 – Lewis Hamilton membantah kabar yang menyebut dirinya meminta Ferrari melakukan perombakan terhadap sejumlah personel setelah tim mengalami periode sulit dalam Formula 1 2026. Juara dunia tujuh kali tersebut memberikan klarifikasi melalui media sosial pada Kamis, 17 September 2026, setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan ketegangan di internal Ferrari. Hamilton menegaskan tidak pernah meminta satu pun anggota timnya diganti. Rumor sebelumnya menyebut pembalap Inggris itu mendorong Team Principal Ferrari Fred Vasseur melakukan perubahan terhadap personel operasional di lintasan. Pemberitaan yang sama juga mengaitkan permintaan tersebut dengan dugaan merenggangnya hubungan Hamilton dan Vasseur. Hamilton membantah bagian utama laporan itu dan menegaskan kerja sama dengan orang-orang di sekitarnya akan terus berjalan.
Isu tersebut muncul setelah media Italia Corriere della Sera melaporkan Hamilton menginginkan perubahan pada jajaran personel Ferrari yang bekerja di lintasan. Laporan itu tidak menyebut secara terperinci anggota tim mana yang disebut ingin diganti oleh Hamilton. Spekulasi berkembang di tengah sejumlah akhir pekan balapan yang tidak berjalan sesuai harapan Ferrari. Hamilton beberapa kali terdengar menyampaikan ketidakpuasan melalui radio mengenai strategi maupun pelaksanaan balapan. Situasi tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan ketegangan antara dirinya dan jajaran tim. Hamilton memilih memberikan penjelasan secara terbuka agar kritiknya terhadap aspek operasional Ferrari tidak diterjemahkan sebagai permintaan untuk mengganti personel.
Dalam klarifikasinya, Hamilton menyatakan telah melihat berbagai pemberitaan yang beredar dan merasa perlu meluruskan situasi. Ia menegaskan tidak pernah meminta siapa pun di dalam timnya untuk diganti. Hamilton justru memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang bekerja bersamanya karena dinilai terus memberikan usaha setiap hari. Menurutnya, dedikasi para anggota tim menjadi salah satu faktor yang mendorong Ferrari bergerak maju. Pembalap berusia 41 tahun itu juga menekankan dirinya berusaha membantu orang-orang di sekitarnya mengeluarkan kemampuan terbaik. Ia mengakui pendekatan tersebut mungkin tidak selalu menghasilkan sesuatu secara sempurna, tetapi menegaskan semangat bekerja bersama tetap menjadi tujuan utamanya.
Klarifikasi Hamilton penting karena sebelumnya ia memang secara terbuka meminta Ferrari melakukan sejumlah perbaikan. Seusai Grand Prix Italia di Monza, Hamilton mengatakan tim perlu mengevaluasi cara berkomunikasi serta menangani persaingan antara dirinya dan Charles Leclerc. Pernyataan itu muncul setelah kedua pembalap terlibat insiden pada awal balapan yang membuat Hamilton melebar ke gravel. Hamilton ketika itu menyinggung perlunya perubahan agar Ferrari dapat mengeksekusi akhir pekan balapan secara lebih efektif. Namun, permintaan untuk memperbaiki prosedur dan komunikasi berbeda dengan permintaan mengganti individu tertentu di dalam tim. Hamilton kini menegaskan bahwa kritik yang pernah disampaikannya tidak berarti dirinya ingin menyingkirkan personel Ferrari.
Tekanan terhadap Ferrari meningkat setelah beberapa balapan terakhir tidak memberikan hasil yang diharapkan. Hamilton hanya finis keenam di Grand Prix Italia sebelum mengalami gagal finis pada Grand Prix Spanyol akibat masalah rem. Hasil tersebut membuatnya hanya mengumpulkan delapan poin dari dua akhir pekan tersebut. Hamilton juga telah melewati lima balapan beruntun tanpa naik podium. Setelah Grand Prix Spanyol, posisinya berada di peringkat ketiga klasemen dengan selisih 101 poin dari pemimpin kejuaraan Kimi Antonelli. Kondisi tersebut membuat peluangnya mengejar gelar dunia kedelapan semakin berat dengan sembilan putaran tersisa pada musim 2026.
Hubungan Hamilton dengan Charles Leclerc juga sempat menjadi perhatian setelah insiden di Monza. Hamilton menilai Ferrari perlu memiliki pedoman yang lebih jelas mengenai bagaimana kedua pembalap bertarung di lintasan. Namun, menjelang Grand Prix Spanyol, Hamilton mengungkapkan dirinya dan Leclerc telah berbicara langsung mengenai kejadian tersebut. Leclerc mengakui tindakannya pada insiden itu telah melewati batas, sedangkan Hamilton memuji keterbukaan rekan setimnya dalam menyelesaikan persoalan. Kedua pembalap kemudian menyatakan persoalan tersebut telah dibahas dan mereka dapat melanjutkan kompetisi. Situasi itu menunjukkan terdapat perbedaan antara perdebatan mengenai pelaksanaan balapan dengan klaim mengenai konflik personal yang lebih luas di dalam Ferrari.
Fred Vasseur sebelumnya juga menolak anggapan bahwa Ferrari sedang mengalami krisis internal. Prinsipal tim asal Prancis tersebut mengakui memang terdapat beberapa persoalan yang perlu dibicarakan setelah Grand Prix Italia. Ia kemudian mengadakan pertemuan dengan Hamilton dan Leclerc untuk membahas insiden di lintasan serta komentar yang muncul setelah balapan. Vasseur menyatakan kedua pembalap telah menyelesaikan persoalan tersebut dan dirinya kembali menjelaskan sejumlah prinsip dasar mengenai cara tim dikelola. Ia tidak menampik adanya evaluasi, tetapi menolak skala persoalan yang berkembang menjadi narasi mengenai krisis besar di Ferrari. Penjelasan Vasseur sejalan dengan klarifikasi Hamilton bahwa perbaikan internal tidak identik dengan konflik atau permintaan pergantian staf.
Hamilton memang beberapa kali menyampaikan kritik terhadap eksekusi strategi Ferrari sepanjang musim. Pada Grand Prix Belanda, misalnya, ia sempat mempertanyakan keputusan tim melalui radio ketika merasa berada terlalu lama di belakang Leclerc dalam upaya mengejar posisi podium. Setelah balapan, Hamilton mengatakan pesan-pesan tersebut muncul karena keinginannya untuk menang dan meningkatkan kinerja tim. Ia juga membandingkan beberapa aspek eksekusi Ferrari dengan pengalaman sebelumnya bersama Mercedes. Pernyataan seperti itu ikut menjadi latar munculnya spekulasi mengenai ketidakpuasan Hamilton terhadap cara Ferrari bekerja. Namun, Hamilton kini membuat batas yang jelas antara dorongan melakukan peningkatan operasional dan permintaan untuk mengganti orang-orang yang menjalankan pekerjaan tersebut.
Musim 2026 menjadi periode penting bagi Hamilton setelah bergabung dengan Ferrari dengan ambisi kembali bersaing di level tertinggi. Ia telah mencatat kemenangan bersama tim Italia tersebut pada Grand Prix Barcelona-Catalunya pada Juni. Namun, konsistensi hasil setelahnya belum cukup untuk mempertahankan tekanan terhadap pemimpin klasemen. Ferrari juga menghadapi tantangan dalam mengubah potensi kecepatan mobil menjadi hasil maksimal pada setiap akhir pekan. Hamilton sebelumnya mengakui perubahan operasional di sebuah organisasi sebesar Ferrari membutuhkan proses panjang karena melibatkan banyak orang dan budaya kerja yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Ia menilai pengakuan terhadap masalah dan pencarian solusi bersama menjadi bagian penting dari proses peningkatan tersebut.
Klarifikasi terbaru Hamilton pada akhirnya diarahkan untuk menghentikan spekulasi bahwa tuntutan perbaikan Ferrari telah berkembang menjadi konflik personal dengan staf maupun Fred Vasseur. Hamilton tetap menginginkan peningkatan dalam komunikasi, strategi, dan pelaksanaan balapan, tetapi menolak klaim bahwa dirinya meminta anggota tertentu dikeluarkan dari tim. Vasseur juga sebelumnya menepis gambaran bahwa Ferrari berada dalam krisis internal setelah persoalan di Monza. Dengan musim masih menyisakan sejumlah balapan, perhatian Ferrari kini beralih pada upaya memperbaiki performa serta memaksimalkan hasil yang tersedia. Hamilton menegaskan para personel yang bekerja bersamanya tetap menjadi bagian dari proses tersebut. Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa evaluasi terhadap kinerja tim akan terus dilakukan tanpa harus diartikan sebagai permintaan perombakan besar-besaran terhadap jajaran staf Ferrari.