Batam, 14 Oktober 2026 – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengerahkan ratusan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan akibat terhentinya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Kapolda Kepri, Irjen Pol Suhendri, memastikan jajarannya telah meningkatkan patroli dan pengamanan pada lokasi strategis. Personel kepolisian juga disiagakan untuk membantu kelancaran lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hingga laporan terakhir, situasi keamanan di wilayah terdampak dinyatakan tetap kondusif.
iNews.ID
+1
Pemadaman listrik massal yang terjadi pada Senin, 12 Oktober 2026, berdampak terhadap aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan Kepulauan Riau. Gangguan pasokan listrik tersebut memengaruhi kegiatan rumah tangga, transportasi, dan berbagai layanan yang membutuhkan energi listrik. Kondisi ini membuat aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya gangguan keamanan. Pengerahan personel dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan selama proses pemulihan berlangsung. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan berasal dari berbagai satuan kepolisian. Unsur tersebut meliputi petugas patroli wilayah, Polisi Lalu Lintas, Satuan Samapta, serta Direktorat Pengamanan Objek Vital. Masing-masing satuan menjalankan tugas sesuai kebutuhan pengamanan di lokasi terdampak pemadaman. Polisi lalu lintas difokuskan pada pengaturan kendaraan, sedangkan personel lainnya melakukan patroli dan penjagaan fasilitas penting. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar gangguan listrik tidak berkembang menjadi persoalan keamanan masyarakat.
Salah satu perhatian utama kepolisian adalah kelancaran arus kendaraan di sejumlah ruas jalan. Pemadaman listrik berpotensi mengganggu pengoperasian lampu lalu lintas sehingga meningkatkan risiko kemacetan dan kecelakaan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, petugas ditempatkan pada titik yang membutuhkan pengaturan kendaraan secara langsung. Patroli juga dilakukan untuk memantau situasi lalu lintas serta membantu pengguna jalan yang mengalami kesulitan. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu menjaga keselamatan pengendara meskipun fasilitas kelistrikan belum sepenuhnya berfungsi normal.
Selain pengamanan jalan raya, Polda Kepri memberikan perhatian terhadap objek vital nasional dan kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi. Fasilitas strategis membutuhkan pengawasan karena gangguan listrik dapat memengaruhi sistem operasional maupun perangkat keamanan. Petugas kepolisian melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan tindak kriminalitas selama kondisi penerangan terbatas. Kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi juga menjadi bagian dari perhatian aparat. Pengamanan tersebut dilakukan secara preventif agar masyarakat tetap merasa aman selama menghadapi gangguan pasokan listrik.
Irjen Pol Suhendri menyampaikan bahwa selama pemadaman berlangsung hingga menjelang dini hari berikutnya, kepolisian tidak menerima laporan kecelakaan lalu lintas maupun tindak pencurian yang menonjol. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa langkah pengamanan dan kerja sama masyarakat berjalan dengan baik. Meski demikian, aparat tetap meningkatkan kesiapsiagaan karena potensi gangguan keamanan harus terus diantisipasi. Kapolda juga mengapresiasi masyarakat yang menjaga ketertiban selama menghadapi situasi tersebut. Ia mengingatkan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara aparat dan warga.
Sementara itu, jajaran Polres Bintan turut meningkatkan patroli melalui satuan lalu lintas, Samapta, dan kepolisian sektor di berbagai kecamatan. Pengawasan dilakukan di jalan raya, kawasan permukiman, serta lokasi yang dianggap memiliki potensi kerawanan. Kapolres Bintan AKBP Argya Satrya Bhawana melalui Kasihumas AKP Hotma P Bako memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan selama pemadaman. Personel juga melakukan koordinasi dengan pihak kelistrikan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan gangguan pasokan. Berdasarkan pemantauan kepolisian, kondisi keamanan di wilayah Bintan Timur tetap terkendali tanpa adanya laporan gejolak masyarakat.
TRIBRATA NEWS POLDA KEPRI
Terkait penyebab pemadaman listrik massal, Polda Kepri masih menunggu penjelasan resmi dari pihak PLN. Kepolisian juga melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk mendalami peristiwa yang berdampak terhadap beberapa wilayah tersebut. Kapolda meminta penyebab gangguan dapat diidentifikasi secara menyeluruh agar langkah pencegahan dapat disiapkan. Evaluasi dinilai penting mengingat pasokan listrik memiliki peran besar dalam mendukung kegiatan masyarakat dan perekonomian daerah. Namun, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab pasti pemadaman karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Polda Kepri mengimbau masyarakat Batam, Bintan, dan Tanjungpinang tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau gangguan keamanan di lingkungan masing-masing. Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui nomor 110 yang beroperasi selama 24 jam tanpa biaya. Kepolisian memastikan pengawasan dan pelayanan tetap menjadi prioritas selama penanganan gangguan listrik berlangsung. Dengan pengerahan ratusan personel dan dukungan masyarakat, situasi keamanan di Kepulauan Riau diharapkan tetap terjaga hingga pasokan listrik kembali normal.
BatamClick.com
+1