Jakarta, 18 Mei 2026 – Mount Dukono di North Maluku kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali pada pagi hari dengan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 3.000 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik tersebut terpantau oleh petugas pemantauan gunung api dan langsung mendapat perhatian karena Gunung Dukono termasuk salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Letusan menghasilkan semburan abu tebal berwarna kelabu yang mengarah ke beberapa wilayah mengikuti arah angin di sekitar kawasan gunung.
Menurut laporan petugas pos pengamatan, erupsi terjadi dalam interval waktu yang berbeda namun sama-sama menghasilkan kolom abu cukup tinggi dan intensitas sedang hingga kuat. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono memang hampir terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir dengan letusan abu yang terjadi secara berkala. Meski demikian, setiap peningkatan aktivitas tetap dipantau ketat karena abu vulkanik dapat memengaruhi kesehatan warga dan aktivitas penerbangan di sekitar wilayah terdampak.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas terlalu dekat dengan kawah aktif gunung. Warga serta wisatawan diminta mematuhi radius aman yang telah ditetapkan guna menghindari risiko terkena lontaran material vulkanik maupun paparan abu tebal. Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu juga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat partikel vulkanik di udara.
Gunung Dukono dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di kawasan Maluku Utara dan memiliki karakter erupsi eksplosif yang cukup sering terjadi. Aktivitas letusan berkala membuat masyarakat di sekitar gunung sudah cukup terbiasa dengan hujan abu ringan hingga sedang. Namun para ahli vulkanologi tetap mengingatkan bahwa aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu sehingga kewaspadaan dan pemantauan terus diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan status aktivitas vulkanik.
Erupsi pagi ini kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi. Banyak pihak berharap masyarakat tetap tenang namun waspada serta selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan vulkanologi. Di tengah aktivitas Gunung Dukono yang masih berlangsung, pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh letusan abu vulkanik tersebut.