Jakarta, 19 September 2026 – Petarung kelahiran Myanmar Joshua Van berhasil mempertahankan sabuk juara kelas terbang UFC setelah mengalahkan Alexandre Pantoja dalam duel utama UFC 331 di Crypto.com Arena, Los Angeles, Amerika Serikat. Pertarungan berlangsung selama lima ronde dan berakhir melalui keputusan mutlak para juri. Van mendapatkan kemenangan dengan skor 49-46, 49-47, dan 50-45. Hasil tersebut mempertegas posisi petarung berusia 24 tahun itu sebagai pemegang gelar kelas terbang UFC. Kemenangan juga menjadi keberhasilan kedua Van menghadapi Pantoja sepanjang kariernya. Kali ini, Van mampu membuktikan keunggulannya melalui pertarungan penuh selama 25 menit.
Pantoja langsung memberikan tekanan sejak ronde pertama dengan mencoba membawa pertarungan ke area grappling. Mantan juara asal Brasil tersebut berhasil mendapatkan takedown pada awal laga dan berusaha mengontrol Van di bawah. Namun, Van mampu bertahan sebelum kembali berdiri dan mulai mengandalkan kombinasi pukulannya. Kecepatan tangan menjadi salah satu senjata utama Van untuk menghadapi tekanan Pantoja. Pertarungan kemudian berlangsung semakin kompetitif dengan kedua petarung bergantian mendapatkan momentum. Van tetap tenang meskipun beberapa kali harus menghadapi permainan grappling lawannya.
Pada ronde kedua dan ketiga, Van semakin aktif menggunakan jab serta kombinasi pukulan untuk menjaga jarak. Pantoja tetap mencoba melakukan takedown guna mengurangi efektivitas permainan striking sang juara. Benturan kepala yang tidak disengaja juga sempat menyebabkan luka di sekitar mata kiri Pantoja. Meski demikian, pertandingan tetap dilanjutkan dan kedua petarung mempertahankan intensitas tinggi. Van mampu melakukan sejumlah pertahanan takedown sekaligus membalas dengan serangan ketika pertarungan kembali berlangsung dalam posisi berdiri. Kemampuannya melakukan penyesuaian menjadi faktor penting sepanjang pertandingan.
Pantoja sempat mendapatkan momentum pada ronde keempat setelah mampu mengontrol Van dalam pertarungan bawah. Ia menggunakan pengalaman grappling untuk mempertahankan posisi sekaligus memberikan tekanan kepada sang juara. Kondisi tersebut membuat pertarungan memasuki ronde kelima dengan tensi semakin tinggi. Van kemudian meningkatkan agresivitas dan mulai menekan Pantoja melalui kombinasi pukulan. Salah satu serangannya berhasil menjatuhkan penantang sebelum Van melanjutkan tekanan melalui ground-and-pound. Pantoja mampu bertahan hingga pertandingan berakhir, tetapi Van tetap mengendalikan sebagian besar ronde terakhir.
Kemenangan tersebut memiliki arti penting karena pertemuan pertama keduanya pada UFC 323 pada Desember 2025 berakhir secara tidak biasa. Ketika itu, Pantoja mengalami cedera lengan hanya 26 detik setelah pertandingan dimulai sehingga Van dinyatakan menang dan merebut sabuk kelas terbang. Kondisi tersebut membuat duel ulang menjadi kesempatan bagi Van untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu mengalahkan mantan juara tersebut dalam pertarungan normal. Sebelum menghadapi Pantoja untuk kedua kalinya, Van juga telah mempertahankan gelarnya dengan mengalahkan Tatsuro Taira melalui TKO ronde kelima pada Mei 2026. Kemenangan di UFC 331 pun menjadi keberhasilan kedua Van mempertahankan sabuk juaranya. Rekornya kini meningkat menjadi 18 kemenangan dan dua kekalahan dalam karier profesional.
Keberhasilan tersebut semakin mengangkat nama Joshua Van sebagai salah satu petarung Asia yang menonjol di UFC. Van lahir di Hakha, Myanmar, dan menjadi petarung kelahiran Myanmar pertama yang tampil sekaligus meraih gelar juara di UFC. Ia juga termasuk salah satu juara termuda dalam sejarah organisasi tersebut setelah mendapatkan sabuk kelas terbang pada usia 24 tahun. Dua keberhasilan mempertahankan gelar menunjukkan perkembangan pesat sejak debutnya di UFC pada Juni 2023. Persaingan kelas terbang selanjutnya akan menentukan siapa yang mendapat kesempatan berikutnya menghadapi Van. Untuk sementara, kemenangan atas Pantoja membuat sang petarung Myanmar tetap berdiri sebagai juara kelas terbang UFC.