Jakarta, 8 Oktober 2026 –
Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina, tetapi pertanyaan mengenai peran sang megabintang setelah pensiun mulai bermunculan. Salah satu yang banyak dibicarakan adalah kemungkinan Messi suatu hari menjadi pelatih La Albiceleste. Namun, jawaban pemain berusia 39 tahun tersebut justru mengarah ke jalur berbeda. Messi mengaku tidak melihat dirinya menjalani karier sebagai pelatih setelah sepenuhnya gantung sepatu. Ia justru lebih tertarik terlibat dalam pengelolaan dan kepemilikan sebuah klub sepak bola.
Messi baru saja menjalani pertandingan terakhirnya bersama Argentina ketika menghadapi Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa, 6 Oktober 2026. Argentina menang 3-0 dalam pertandingan perpisahan tersebut. Messi menutup penampilannya dengan satu gol dan dua assist di hadapan lebih dari 85 ribu penonton. Pertandingan itu mengakhiri perjalanan internasionalnya yang berlangsung selama sekitar 21 tahun. Meski pensiun dari tim nasional, Messi belum berhenti sepenuhnya sebagai pemain profesional.
Kontrak Messi bersama Inter Miami masih berlangsung hingga 2028. Artinya, dirinya masih memiliki waktu untuk bermain di level klub sebelum menentukan kapan benar-benar meninggalkan lapangan. Meski demikian, Messi sebelumnya telah memberikan gambaran mengenai aktivitas yang menarik perhatiannya setelah pensiun sebagai pemain. Menjadi pelatih ternyata bukan pilihan utama. Ia lebih tertarik membangun sebuah klub dan terlibat langsung dalam proses pengembangannya.
Keinginan tersebut menunjukkan Messi kemungkinan tetap berada di lingkungan sepak bola tanpa harus berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih. Ia tertarik menjadi pemilik klub dan membangun sebuah proyek mulai dari tingkat dasar. Salah satu hal yang ingin dilakukan adalah memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang. Pengembangan akademi dan pembinaan talenta dapat menjadi bagian dari jalur yang dipilihnya. Messi melihat peran tersebut sebagai cara untuk tetap memberikan kontribusi terhadap sepak bola setelah karier bermain selesai.
Pilihan tersebut cukup berbeda dibandingkan sejumlah mantan pemain besar yang beralih menjadi pelatih. Messi memiliki pengalaman bekerja dengan banyak pelatih sepanjang kariernya, termasuk Pep Guardiola, Luis Enrique, dan Lionel Scaloni. Namun, pengalaman panjang tersebut tidak otomatis membuatnya ingin mengikuti jalur serupa. Tanggung jawab seorang pelatih membutuhkan karakter pekerjaan berbeda dibandingkan menjadi pemain. Messi tampaknya lebih tertarik terhadap aspek pembangunan klub dan pengembangan pemain.
Sementara itu, Argentina kini mulai memasuki era baru tanpa pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi pusat permainan mereka. Lionel Scaloni mengakui tidak mudah menggantikan pengaruh Messi di dalam tim. Argentina memiliki generasi pemain muda yang akan mendapatkan tanggung jawab lebih besar setelah kepergian sang kapten. Scaloni juga harus membangun sistem yang tidak lagi bergantung kepada kemampuan individual Messi. Regenerasi tersebut akan menjadi salah satu tantangan utama La Albiceleste dalam beberapa tahun mendatang.
Messi mengakhiri karier internasionalnya dengan 208 penampilan dan 126 gol. Ia membawa Argentina meraih Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Perjalanan tersebut membuatnya meninggalkan warisan besar bagi generasi berikutnya. Meski tidak lagi berada dalam skuad, pengaruh Messi terhadap sepak bola Argentina diperkirakan tetap terasa. Namun, belum ada indikasi dirinya akan mengambil posisi dalam staf kepelatihan tim nasional dalam waktu dekat.
Dengan demikian, kemungkinan melihat Lionel Messi langsung menjadi pelatih Timnas Argentina setelah pensiun tampaknya bukan skenario yang sedang direncanakannya. Sang megabintang lebih tertarik menjadi pemilik klub dan menciptakan lingkungan yang dapat membantu pemain muda berkembang. Untuk saat ini, Messi juga masih memiliki kontrak bersama Inter Miami hingga 2028 sehingga perjalanan sebagai pemain belum sepenuhnya berakhir. Setelah menutup karier internasional bersama Argentina, fokusnya akan beralih ke kompetisi klub. Babak berikutnya dalam perjalanan Messi pun berpeluang berlangsung di balik pembangunan sebuah klub, bukan sebagai pelatih di pinggir lapangan.