Jakarta, 5 September 2026 – Indonesia dan Daerah Administratif Khusus Makau mulai memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, serta sejumlah sektor ekonomi potensial lainnya. Penguatan hubungan tersebut menjadi salah satu agenda utama kunjungan Kepala Eksekutif Makau Sam Hou Fai bersama delegasi pemerintah dan pelaku usaha ke Jakarta pada awal September 2026. Pertemuan dengan jajaran pemerintah Indonesia diarahkan untuk mengubah hubungan yang selama ini banyak bertumpu pada pariwisata menjadi kemitraan ekonomi yang lebih luas. Makau menawarkan posisinya sebagai penghubung antara Indonesia dengan pasar China daratan serta negara-negara berbahasa Portugis. Indonesia pada saat yang sama menawarkan peluang investasi dari besarnya pasar domestik dan program hilirisasi yang terus dikembangkan. Kedua pihak melihat masih terdapat ruang besar untuk meningkatkan hubungan ekonomi secara lebih konkret.
Dalam kunjungannya, Sam Hou Fai bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada 1 September. Pertemuan tersebut turut dihadiri sekitar 20 perwakilan pengusaha dari Makau, Hengqin, dan sejumlah wilayah di China daratan. Sam mendorong perusahaan dari kedua wilayah meningkatkan interaksi bisnis melalui perdagangan, investasi, dan pengembangan sektor pariwisata. Indonesia dipandang sebagai salah satu mitra penting Makau di Asia Tenggara karena mempunyai skala ekonomi besar dan posisi strategis di ASEAN. Kerja sama juga berpotensi diperluas ke sektor kesehatan, kecerdasan buatan, serta teknologi lingkungan. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan secara langsung bidang yang berpotensi dikembangkan bersama.
Penguatan hubungan juga ditandai penyelenggaraan Seminar Promosi Investasi Ekonomi, Perdagangan dan Pariwisata Makau di Jakarta. Kegiatan tersebut mempertemukan lebih dari 400 perwakilan pemerintah, dunia usaha, asosiasi, serta industri pariwisata dari Makau, Hengqin, China daratan, dan Indonesia. Sekitar 120 sesi penjajakan bisnis diselenggarakan untuk mempertemukan perusahaan yang mempunyai kepentingan dan potensi kerja sama. Rangkaian pertemuan menghasilkan 36 kesepakatan kerja sama yang mencakup berbagai bidang. Sektor yang dibahas antara lain pariwisata, MICE, teknologi tinggi, pengobatan tradisional China, industri kesehatan, hingga pengembangan lingkungan ramah Muslim. Hasil tersebut menjadi pijakan awal untuk mengembangkan hubungan bisnis yang lebih konkret antara kedua pihak.
Dari keseluruhan kerja sama yang dibahas, sembilan kesepakatan ditandatangani dengan disaksikan langsung Sam Hou Fai dan pejabat terkait. Bidang kerja sama mencakup perdagangan dan investasi, pariwisata, MICE, farmasi, pengembangan sumber daya air, teknik perlindungan lingkungan, pengobatan tradisional China dan industri kesehatan, serta pasokan bahan baku produk halal. Ruang kerja sama yang beragam menunjukkan hubungan Indonesia dan Makau tidak lagi hanya diarahkan pada pertukaran wisatawan. Potensi produk halal menjadi salah satu sektor yang mendapatkan perhatian karena Indonesia mempunyai ekosistem halal yang besar. Makau juga sedang memperkuat posisinya sebagai destinasi yang lebih ramah bagi wisatawan Muslim. Kolaborasi tersebut dapat membuka peluang bagi perusahaan Indonesia memasuki rantai pasok produk dan layanan di Makau.
Dalam sektor investasi, pemerintah Makau menawarkan berbagai keunggulan sebagai pintu masuk bagi perusahaan Indonesia menuju pasar yang lebih luas. Makau merupakan pelabuhan bebas dengan sistem perpajakan relatif rendah serta mempunyai hubungan ekonomi yang kuat dengan China daratan. Integrasi Makau dengan Zona Kerja Sama Mendalam Guangdong-Makau di Hengqin juga membuka ruang pengembangan bisnis yang lebih besar. Perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan jaringan tersebut untuk memperluas akses menuju Greater Bay Area Guangdong-Hong Kong-Makau. Makau juga mempunyai peran sebagai platform hubungan ekonomi China dengan negara-negara berbahasa Portugis. Posisi tersebut dinilai dapat memberikan jalur tambahan bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin melakukan ekspansi internasional.
Indonesia pada sisi lain memperkenalkan peluang investasi yang berkembang melalui kebijakan hilirisasi dan penyederhanaan perizinan usaha. Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Mohammad Rudy Salahuddin menjelaskan lingkungan investasi Indonesia terus diperkuat melalui kemudahan perizinan dan berbagai fasilitas fiskal. Sebagian investasi dari Makau selama ini juga masuk ke Indonesia melalui pusat keuangan regional seperti Hong Kong dan Singapura. Kondisi tersebut membuat nilai hubungan investasi langsung belum sepenuhnya menggambarkan keterkaitan ekonomi kedua wilayah. Pemerintah Indonesia berharap komunikasi yang semakin intensif dapat mendorong investasi Makau masuk secara lebih langsung. Sektor hilirisasi, teknologi, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi hijau menjadi beberapa bidang yang berpotensi dikembangkan.
Pariwisata menjadi salah satu fondasi terkuat dalam hubungan Indonesia dan Makau. Pada paruh pertama 2026, sekitar 88 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Makau dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar penting dari Asia Tenggara. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Makau tercatat lebih dari 200 ribu orang. Makau kemudian memperkuat promosi di Indonesia melalui kerja sama dengan pelaku industri perjalanan serta penyelenggaraan berbagai kegiatan pemasaran. Pemerintah Makau juga mengembangkan layanan dan panduan perjalanan ramah Muslim untuk memperluas daya tarik bagi wisatawan Indonesia. Peningkatan konektivitas dinilai menjadi faktor berikutnya yang diperlukan agar pertumbuhan kunjungan dapat berlangsung lebih cepat.
Indonesia telah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan kepada pemegang paspor Daerah Administratif Khusus Makau sejak Juli 2026. Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung hubungan bisnis dan pariwisata. Dalam pertemuan dengan Sam Hou Fai, Airlangga juga mengangkat kemungkinan pembukaan penerbangan langsung Jakarta-Makau. Konektivitas udara langsung dinilai dapat memperpendek waktu perjalanan sekaligus mendorong arus wisatawan dan pelaku usaha. Namun, pembukaan rute tersebut masih menjadi peluang yang perlu dibahas lebih lanjut bersama maskapai dan pemangku kepentingan terkait. Jika terealisasi, konektivitas langsung berpotensi memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah secara signifikan.
Delegasi Makau dan Hengqin juga melakukan kunjungan ke sejumlah lembaga pemerintah dan perusahaan di Indonesia untuk mempelajari peluang kerja sama secara lebih spesifik. Bidang yang menjadi perhatian mencakup sertifikasi halal, layanan kesehatan, biobank nasional, rumah sakit, hingga teknologi telekomunikasi satelit. Pelaku industri pariwisata Makau juga melakukan pertemuan dengan perusahaan perjalanan digital untuk membahas pemasaran dan penjualan produk wisata. Pendekatan tersebut menunjukkan kerja sama diarahkan pada hubungan antarpelaku usaha dan bukan hanya kesepakatan tingkat pemerintah. Pertemuan langsung diharapkan dapat mempercepat identifikasi proyek yang mempunyai potensi komersial. Kedua pihak juga ingin memastikan kesepakatan yang telah dibuat dapat berkembang menjadi aktivitas investasi dan perdagangan nyata.
Rangkaian pertemuan di Jakarta menjadi awal penguatan hubungan Indonesia dan Makau dalam kerangka kerja sama ekonomi yang lebih luas. Perdagangan, investasi dan pariwisata tetap menjadi tiga bidang utama, tetapi peluang juga terbuka pada MICE, kesehatan, teknologi, produk halal, lingkungan, pendidikan, dan ekonomi digital. Indonesia dapat memanfaatkan Makau sebagai salah satu pintu menuju pasar China dan jaringan internasionalnya, sementara Makau memperoleh akses lebih besar terhadap pasar Indonesia dan ASEAN. Keberhasilan kerja sama selanjutnya akan bergantung pada implementasi 36 kesepakatan yang telah dicapai serta tindak lanjut antarpelaku usaha. Peningkatan konektivitas dan kemudahan perjalanan juga akan menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan masyarakat dan bisnis. Dengan fondasi tersebut, Indonesia dan Makau berupaya membawa hubungan ekonomi keduanya menuju tahap yang lebih praktis dan saling menguntungkan.