Jakarta, 12 Mei 2026 – Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta memberikan penjelasan terkait viralnya kasus dugaan pengambilan ponsel milik penumpang di area bandara. Pihak bandara menegaskan bahwa orang yang diduga mengambil telepon genggam tersebut bukan merupakan petugas Aviation Security (Avsec).
Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di media sosial setelah muncul dugaan keterlibatan petugas keamanan bandara dalam kasus tersebut. Manajemen bandara menyatakan hasil penelusuran awal menunjukkan terduga pelaku tidak memiliki status sebagai personel Avsec resmi.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah seorang penumpang mengaku kehilangan ponsel di area bandara dan membagikan pengalamannya melalui media sosial. Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu kekhawatiran mengenai keamanan barang bawaan penumpang.
Pihak bandara menyebut koordinasi telah dilakukan bersama aparat kepolisian dan pihak terkait guna mendalami kejadian tersebut. Pemeriksaan rekaman CCTV serta penelusuran kronologi juga dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan.
Manajemen bandara menegaskan keamanan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam operasional Bandara Soekarno-Hatta. Sistem pengawasan dan pengamanan disebut terus diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.
Pengamat keamanan transportasi menilai klarifikasi cepat dari pengelola penting dilakukan agar tidak muncul kesalahpahaman yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap petugas keamanan penerbangan.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga barang bawaan pribadi selama berada di area publik seperti bandara, terminal, maupun pusat keramaian lainnya.
Hingga kini, proses penyelidikan terkait dugaan pengambilan ponsel tersebut masih berlangsung. Pihak bandara meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari aparat dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.