Jakarta, 12 September 2026 – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berhasil memastikan tempat langsung di sesi Q2 Moto3 San Marino 2026 setelah tampil kompetitif pada sesi Practice di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia. Pembalap Honda Team Asia tersebut menyelesaikan Practice di posisi ke-13 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 41,770 detik. Posisi tersebut cukup untuk membawanya langsung menuju Q2 karena 14 pembalap tercepat mendapatkan tiket otomatis ke sesi tersebut. Meski berhasil mencapai target awal, Veda belum merasa puas dengan kecepatannya dan masih melihat sejumlah bagian yang dapat ditingkatkan. Pembalap berusia 18 tahun tersebut ingin memanfaatkan waktu tambahan yang diperoleh karena tidak perlu mengikuti Q1 untuk melakukan evaluasi bersama tim. Fokus utamanya adalah menemukan ritme yang lebih cepat dan konsisten menjelang persaingan berikutnya di Misano.
Perjalanan Veda menuju Q2 tidak berlangsung mudah karena persaingan pada sesi Practice berlangsung ketat. Pada bagian awal sesi, posisinya sempat berada di luar zona 14 besar yang menjadi batas kelolosan langsung. Veda harus meningkatkan catatan waktunya ketika para rival juga terus memperbaiki performa menjelang menit-menit terakhir. Secara bertahap, pembalap asal Gunungkidul tersebut mampu menemukan kecepatan yang lebih baik dan masuk ke kelompok pembalap yang berhak melaju langsung ke Q2. Keberhasilan itu menjadi modal penting karena Veda dapat menghindari tekanan tambahan yang harus dihadapi pembalap dari Q1. Waktu dan energi yang tersedia pun dapat digunakan untuk mempersiapkan motor menghadapi kualifikasi serta balapan utama.
Kondisi lintasan Misano juga memberikan tantangan tersendiri sepanjang rangkaian awal Moto3 San Marino. Veda harus beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus mencari racing line yang memungkinkan dirinya menghasilkan catatan waktu lebih kompetitif. Ia memanfaatkan sesi latihan untuk memahami bagian-bagian yang masih dapat diperbaiki, termasuk ketika mendapatkan kesempatan berada di belakang pembalap lain. Salah satu pembalap yang sempat diikutinya adalah pemimpin klasemen Moto3, Maximo Quiles. Mengikuti pembalap dengan kecepatan tinggi memberikan kesempatan kepada Veda untuk melihat secara langsung perbedaan pada titik pengereman, kecepatan masuk tikungan, serta akselerasi keluar tikungan. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bersama Honda Team Asia.
Veda mengakui dirinya menikmati jalannya sesi Jumat karena mampu mencapai salah satu sasaran utama akhir pekan, yakni langsung masuk Q2. Namun, hasil tersebut tidak membuatnya menurunkan target karena persaingan sesungguhnya masih harus dihadapi pada kualifikasi dan balapan. Veda menilai masih terdapat beberapa poin yang dapat dikerjakan bersama tim untuk mendapatkan peningkatan performa. Keuntungan terbesar dari kelolosan langsung adalah dirinya tidak perlu menghabiskan waktu menghadapi Q1. Situasi tersebut memberikan kesempatan tambahan untuk mempersiapkan strategi serta menyempurnakan pengaturan motor. Bagi pembalap muda yang sedang menjalani musim debut penuh di Moto3, setiap tambahan waktu persiapan dapat menjadi faktor penting.
Performa Veda sepanjang musim 2026 memang menunjukkan bahwa pembalap Indonesia tersebut mempunyai kemampuan untuk bersaing dengan kelompok depan. Ia mengawali musim dengan finis kelima pada seri pembuka di Thailand sebelum mencatatkan podium Moto3 pertamanya dengan finis ketiga di Brasil. Veda kemudian kembali mendapatkan hasil podium di Prancis setelah perubahan hasil pascabalapan. Meski perjalanannya tidak selalu mulus dan beberapa seri menghasilkan pencapaian kurang maksimal, kecepatannya tetap menjadi salah satu modal utama. Pengalaman menghadapi berbagai karakter sirkuit juga terus menambah pemahamannya terhadap persaingan Moto3. San Marino kini menjadi kesempatan berikutnya untuk kembali menunjukkan konsistensi tersebut.
Misano membutuhkan kemampuan pembalap menjaga keseimbangan antara kecepatan dan ketepatan dalam menentukan racing line. Kesalahan kecil pada satu sektor dapat berpengaruh terhadap catatan waktu keseluruhan karena persaingan Moto3 biasanya berlangsung dengan selisih yang sangat tipis. Veda perlu memastikan dirinya dapat menghasilkan lap cepat tanpa kehilangan momentum pada bagian teknis lintasan. Pengaturan motor juga harus memberikan rasa percaya diri ketika melakukan pengereman maupun mengubah arah dengan cepat. Komunikasi dengan kru menjadi penting untuk menentukan perubahan yang diperlukan berdasarkan data dari sesi sebelumnya. Setiap peningkatan kecil dapat menghasilkan perbedaan beberapa posisi ketika seluruh pembalap berada dalam rentang waktu yang sangat dekat.
Namun, perjalanan Veda pada sesi Q2 akhirnya menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan. Ia sempat berada di posisi ketiga pada bagian awal kualifikasi dan memperlihatkan potensi untuk mendapatkan posisi start lebih baik. Persaingan kemudian berubah ketika para pembalap meningkatkan catatan waktu pada putaran berikutnya. Veda kesulitan mendapatkan peningkatan yang cukup besar dan akhirnya menyelesaikan Q2 di posisi ke-16. Hasil tersebut membuatnya harus memulai balapan dari barisan yang lebih belakang dibandingkan target awal. Meski demikian, pengalaman sepanjang musim menunjukkan bahwa posisi start bukan satu-satunya faktor penentu dalam balapan Moto3.
David Almansa menjadi pembalap yang paling dominan dalam kualifikasi Moto3 San Marino dengan merebut pole position melalui catatan waktu 1 menit 40,612 detik. Brian Uriarte mengamankan posisi start kedua, sedangkan Joel Kelso melengkapi barisan terdepan. Persaingan tersebut menunjukkan tingkat kompetitif yang harus dihadapi Veda pada balapan. Selisih waktu yang terbentuk selama kualifikasi juga memberikan gambaran mengenai area yang masih perlu diperbaiki Honda Team Asia. Veda kini perlu mengalihkan fokus dari hasil kualifikasi menuju persiapan balapan. Kemampuan melakukan start dengan baik dan menentukan momentum menyalip akan menjadi sangat penting ketika dirinya memulai dari posisi ke-16.
Karakter balapan Moto3 yang sering menghadirkan kelompok besar memberikan peluang kepada Veda untuk memperbaiki posisi. Pembalap harus mampu menjaga kontak dengan rombongan depan sejak lap awal agar tidak kehilangan kesempatan ketika kelompok mulai terpecah. Penggunaan slipstream pada lintasan lurus dapat menjadi salah satu bagian dari strategi, tetapi keberanian melakukan pengereman dan memilih jalur ketika memasuki tikungan tetap menentukan. Veda juga perlu menghindari insiden karena kepadatan pembalap pada beberapa lap pertama biasanya meningkatkan risiko kontak. Kesabaran menjadi sama pentingnya dengan agresivitas ketika mencari posisi. Jika mampu mempertahankan ritme kompetitif, peluang untuk bergerak maju dari posisi start ke-16 tetap terbuka.
Keberhasilan Veda Ega Pratama menembus langsung Q2 Moto3 San Marino 2026 pada akhirnya menjadi pencapaian positif meskipun hasil kualifikasi belum sepenuhnya sesuai harapan. Catatan posisi ke-13 pada Practice memperlihatkan dirinya mempunyai kecepatan untuk berada dalam kelompok kompetitif di Misano, sementara pengalaman mengikuti pembalap papan atas memberikan tambahan informasi mengenai bagian yang masih dapat ditingkatkan. Setelah menyelesaikan Q2 di posisi ke-16, fokus Veda kini beralih menuju balapan utama Moto3 San Marino yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 13 September 2026. Pembalap Honda Team Asia tersebut harus mengandalkan start yang baik, konsistensi, serta kemampuan membaca situasi untuk memperbaiki posisi. Tantangan untuk menjadi lebih cepat yang disampaikan Veda kini akan diuji langsung dalam kondisi balapan. Misano pun menjadi kesempatan berikutnya bagi pembalap muda Indonesia tersebut untuk melanjutkan proses perkembangannya di tengah ketatnya persaingan Moto3 2026.