Jakarta, 10 September 2026 – Persaingan dua pembalap muda Asia Tenggara, Hakim Danish dan Veda Ega Pratama, kembali menjadi perhatian menjelang Moto3 San Marino 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli pada 11–13 September. Hakim saat ini berada di bawah Veda dalam klasemen sementara setelah 13 seri berlangsung. Pembalap Malaysia tersebut mengumpulkan 90 poin dan menempati posisi kedelapan, sedangkan Veda berada satu tingkat di atasnya dengan 97 poin. Selisih tujuh angka membuat persaingan keduanya masih sangat terbuka menjelang balapan akhir pekan ini. Hakim pun dituntut memanfaatkan Misano untuk kembali mendekati atau bahkan melewati pembalap Indonesia tersebut.
Situasi tersebut menjadi menarik karena Hakim dan Veda sama-sama menjalani musim debut penuh di kelas Moto3. Keduanya sudah saling bersaing sejak berada di berbagai jenjang balap junior sebelum mendapatkan kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia. Veda memperkuat Honda Team Asia, sedangkan Hakim membela AEON Credit–MT Helmets–MSi dengan motor KTM. Perbedaan tujuh poin menunjukkan performa mereka sepanjang musim relatif berdekatan. Setiap hasil balapan karena itu dapat langsung mengubah posisi keduanya dalam klasemen.
Hakim sebenarnya sempat berada di depan Veda setelah Moto3 Belanda di Assen pada akhir Juni. Saat itu keduanya sama-sama mempunyai 82 poin, tetapi Hakim menempati posisi keenam karena mempunyai hasil balapan yang lebih baik. Veda harus kehilangan kesempatan menambah angka setelah mengalami kecelakaan dan gagal menyelesaikan balapan di Assen. Namun, perkembangan beberapa seri berikutnya membuat posisi mereka kembali berubah. Veda kini mempunyai keunggulan tujuh angka menjelang putaran San Marino.
Seri terakhir di MotorLand Aragon memberikan sedikit keuntungan kepada Hakim. Pembalap Malaysia itu menyelesaikan balapan pada posisi ke-12 sehingga memperoleh tambahan empat poin. Veda sebaliknya hanya finis di posisi ke-20 dan tidak mendapatkan angka. Hasil tersebut membuat Hakim meningkatkan koleksinya dari 86 menjadi 90 poin. Pada saat bersamaan, Veda tetap berada di angka 97 sehingga keunggulannya yang sebelumnya mencapai 11 poin menyusut menjadi tujuh.
Meski mampu memangkas jarak, hasil di Aragon belum cukup membawa Hakim melewati Veda. Karena itu, Misano menjadi kesempatan penting untuk menjaga momentum. Jika mampu finis di posisi yang menghasilkan poin besar sementara Veda kembali mengalami kesulitan, perubahan klasemen dapat terjadi dalam satu akhir pekan. Sebaliknya, kegagalan mendapatkan poin dapat membuat jarak kembali melebar. Situasi tersebut membuat konsistensi menjadi aspek penting bagi pembalap berusia 19 tahun asal Malaysia tersebut.
Persaingan mereka juga berkaitan dengan status pembalap pendatang baru terbaik musim ini. Brian Uriarte masih menjadi rookie dengan posisi tertinggi setelah menempati peringkat keempat klasemen dan mengumpulkan 138 poin. Veda berada 41 angka di belakang Uriarte, sedangkan Hakim mempunyai selisih 48 poin. Dengan sejumlah seri masih tersisa, peluang matematis untuk memperbaiki posisi belum tertutup. Namun, keduanya membutuhkan hasil konsisten apabila ingin memberikan tekanan kepada Uriarte.
Veda sendiri menghadapi Misano dengan kebutuhan yang sama besarnya untuk bangkit. Pembalap berusia 17 tahun tersebut gagal naik podium dalam delapan balapan terakhir setelah sebelumnya memperlihatkan performa impresif pada fase awal musim. Ia bahkan gagal mendapatkan poin pada tiga dari delapan balapan tersebut. Hasil posisi ke-20 di Aragon menjadi salah satu akhir pekan yang kurang memuaskan bagi Honda Team Asia. Misano karena itu menjadi kesempatan bagi Veda untuk menghentikan tren tersebut sekaligus mempertahankan posisi dari kejaran Hakim.
Pembalap asal Gunungkidul itu setidaknya mempunyai pengalaman cukup banyak di Misano. Veda pernah berlomba di sirkuit tersebut dalam Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024 dan 2025 serta FIM JuniorGP World Championship 2025. Pada Rookies Cup 2024, ia finis kedelapan pada balapan pertama dan keempat pada balapan kedua. Setahun kemudian Veda gagal menyelesaikan balapan pertama sebelum finis kelima pada race berikutnya. Pengalaman tersebut membuat karakter Misano bukan sesuatu yang benar-benar baru baginya.
Catatan terbaik Veda di Misano adalah posisi keempat ketika mengikuti FIM JuniorGP World Championship 2025. Pada balapan berikutnya di lintasan yang sama, ia menyelesaikan perlombaan pada posisi keenam. Meski belum pernah mendapatkan podium di sana, pengalaman beberapa kali berlomba dapat membantu proses menemukan pengaturan motor sejak sesi latihan. Pemahaman mengenai titik pengereman, karakter tikungan dan perubahan grip lintasan menjadi modal penting. Namun, persaingan Moto3 tentu mempunyai tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan kompetisi junior yang pernah diikutinya.
Misano World Circuit Marco Simoncelli mempunyai panjang sekitar 4,064 kilometer dan membutuhkan keseimbangan antara pengereman, akselerasi serta kecepatan ketika berganti arah. Posisi start dapat mempunyai pengaruh besar karena karakter balapan Moto3 biasanya menghasilkan rombongan besar dengan selisih sangat rapat. Kesalahan kecil pada kualifikasi dapat membuat pembalap harus bekerja jauh lebih keras pada hari balapan. Hakim dan Veda karena itu perlu memaksimalkan seluruh sesi sejak Jumat. Kecepatan satu putaran dan kemampuan menjaga ban akan sama-sama menentukan.
Rangkaian Moto3 San Marino dimulai Jumat, 11 September 2026 melalui latihan bebas pertama dan sesi latihan utama. Kualifikasi kemudian berlangsung pada Sabtu, sementara balapan dijadwalkan Minggu, 13 September pukul 16.00 WIB. Dengan jarak poin yang tipis, perhatian penggemar Indonesia dan Malaysia kemungkinan tidak hanya tertuju pada perebutan kemenangan. Posisi Hakim dan Veda sepanjang perlombaan juga akan menentukan perubahan persaingan di antara keduanya. Satu finis di kelompok depan dapat menghasilkan pergeseran cukup besar pada klasemen.
Di bagian atas klasemen, Maximo Quiles masih memegang kendali kuat dengan 256 poin. Alvaro Carpe berada di posisi kedua dengan 159 poin, disusul David Almansa yang mempunyai 154 angka. Brian Uriarte menempati urutan keempat dengan 138 poin, Marco Morelli kelima dengan 131 poin dan Valentin Perrone keenam dengan 103 poin. Veda berada tepat di belakang Perrone dengan selisih hanya enam angka. Hakim kemudian mengikuti di posisi kedelapan dengan 90 poin, sehingga persaingan di kelompok tersebut masih sangat terbuka.
Moto3 San Marino pada akhirnya menjadi kesempatan penting bagi Hakim Danish untuk membalas perkembangan Veda Ega Pratama dalam beberapa seri terakhir. Empat poin yang diperoleh di Aragon telah memperkecil jaraknya menjadi hanya tujuh angka, tetapi pembalap Malaysia tersebut membutuhkan hasil lebih besar untuk mengambil alih posisi ketujuh. Pada saat yang sama, Veda mempunyai peluang mengejar Valentin Perrone yang hanya enam poin berada di depannya. Persaingan di Misano dengan demikian dapat mengubah susunan posisi keenam hingga kedelapan secara signifikan. Dengan musim mulai memasuki fase penting, kemampuan Hakim dan Veda menjaga konsistensi akan menentukan siapa yang akhirnya menjadi pembalap Asia Tenggara dengan posisi terbaik di Moto3 2026.