Jakarta, 9 September 2026 – Lionel Messi semakin serius membangun portofolio bisnis sepak bola menjelang fase akhir kariernya sebagai pemain profesional. Megabintang Argentina tersebut telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mengambil alih CD Eldense, klub yang saat ini berkompetisi di Segunda Division atau kasta kedua sepak bola Spanyol. Messi dipersiapkan membeli 100 persen saham yang saat ini berada dalam kepemilikan kelompok investasi asal Kolombia, TH Soluciones Group S.A.S. Jika seluruh proses selesai, pemain berusia 39 tahun itu akan menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali baru Eldense. Namun, transaksi tersebut belum sepenuhnya resmi karena masih harus melewati proses uji tuntas, penyelesaian dokumen hukum dan kontrak, serta mendapatkan persetujuan dari Consejo Superior de Deportes atau Dewan Olahraga Tinggi Spanyol. Pihak Eldense belum memberikan tanggal pasti penyelesaian transaksi, tetapi proses tersebut diperkirakan dapat dituntaskan dalam beberapa hari mendatang.
Eldense mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan pihak Messi telah mencapai tahap kesepakatan awal. Klub menegaskan masih terdapat beberapa prosedur yang harus diselesaikan sebelum perubahan kepemilikan dapat dinyatakan sah secara hukum. Salah satu tahapan terpenting adalah due diligence untuk memeriksa kondisi finansial, kontrak, aset, kewajiban, dan berbagai aspek operasional klub sebelum transaksi ditutup. Setelah itu, proses juga membutuhkan izin dari otoritas olahraga Spanyol karena perubahan kepemilikan klub profesional berada di bawah regulasi yang ketat. Nilai yang harus dikeluarkan Messi untuk mendapatkan saham Eldense belum diumumkan kepada publik. Kedua pihak juga belum memberikan rincian mengenai struktur manajemen yang akan diterapkan setelah akuisisi resmi selesai.
Messi akan mengambil alih saham milik TH Soluciones Group, kelompok investasi asal Kolombia yang menjadi pemegang saham mayoritas Eldense sejak Oktober 2025. Dalam waktu relatif singkat, perubahan kepemilikan tersebut ikut mengiringi perjalanan Eldense yang berhasil kembali berada di level kedua kompetisi Spanyol setelah sebelumnya menjalani periode panjang di divisi-divisi yang lebih rendah. Namun, awal musim 2026/2027 belum berjalan sesuai harapan. Eldense berada di posisi ke-20 dari 22 peserta Segunda Division setelah hanya mendapatkan dua poin dari empat pertandingan pertama. Mereka mencatat dua hasil imbang dan dua kekalahan sehingga belum memperoleh kemenangan. Situasi semakin menantang setelah pelatih Claudio Barragan diberhentikan menyusul rangkaian hasil kurang memuaskan tersebut.
Kondisi Eldense yang berada di papan bawah justru membuat rencana masuknya Messi mendapatkan perhatian lebih besar. Klub yang bermarkas di kota Elda, wilayah Comunitat Valenciana, tersebut memiliki skala yang jauh lebih kecil dibandingkan tim-tim besar yang pernah menjadi bagian perjalanan karier Messi. Mereka memainkan pertandingan kandang di Stadion Nuevo Pepico Amat dengan kapasitas kurang dari 6.000 penonton. Elda sendiri merupakan kota dengan jumlah penduduk sedikit di atas 55.000 jiwa sehingga kehadiran salah satu nama terbesar dalam sejarah sepak bola berpotensi memberikan pengaruh besar terhadap eksposur daerah tersebut. Eldense memiliki sekitar 3.500 pemegang tiket musiman dan mempertahankan basis pendukung lokal yang kuat. Akuisisi oleh Messi berpotensi meningkatkan perhatian nasional maupun internasional terhadap klub yang sebelumnya relatif jarang menjadi sorotan di luar Spanyol.
Wali Kota Elda Ruben Alfaro menyambut positif kabar mengenai kesepakatan tersebut meskipun mengingatkan bahwa transaksi belum resmi selesai. Pemerintah kota memandang keterlibatan Messi dapat membawa Eldense dan Elda ke panggung sepak bola yang jauh lebih luas. Komunikasi dengan lingkungan bisnis Messi disebut telah berlangsung secara tertutup selama proses negosiasi. Bahkan, pembicaraan awal mengenai kemungkinan pengembangan sepak bola usia muda dan pembinaan pemain telah mulai muncul sebagai salah satu arah yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Pemerintah kota menyatakan siap bekerja sama sesuai kewenangannya apabila proyek tersebut benar-benar terealisasi. Kehadiran Messi dinilai tidak hanya berpotensi memberikan manfaat kepada tim utama, tetapi juga dapat memperkuat akademi dan ekosistem sepak bola di wilayah tersebut.
Pembelian Eldense bukan langkah pertama Messi menjadi pemilik klub di Spanyol. Pada 16 April 2026, mantan kapten Barcelona tersebut telah mengambil alih UE Cornella yang saat ini bermain di Tercera Federacion, kasta kelima piramida sepak bola Spanyol. Cornella memiliki reputasi kuat dalam pembinaan pemain muda dan telah menghasilkan sejumlah pemain yang kemudian melanjutkan perkembangan bersama klub-klub besar, termasuk Barcelona. Investasi tersebut dipandang cocok dengan latar belakang Messi yang tumbuh melalui sistem akademi sebelum menjalani karier profesional luar biasa di Camp Nou. Jika transaksi Eldense selesai, Messi akan memiliki kepentingan pada dua klub Spanyol dengan karakter berbeda. Cornella memberikan akses terhadap pengembangan pemain usia muda, sementara Eldense menawarkan pengalaman langsung mengelola klub profesional di kasta kedua.
Di luar Spanyol, Messi juga telah terlibat dalam kepemilikan Deportivo LSM di Uruguay bersama rekan setimnya di Inter Miami, Luis Suarez. Selain itu, ia diperkirakan memperoleh kepemilikan saham di Inter Miami setelah kontraknya sebagai pemain berakhir sesuai struktur kesepakatan yang telah disiapkan. Rangkaian investasi tersebut memperlihatkan arah yang semakin jelas mengenai kehidupan Messi setelah tidak lagi aktif sebagai pesepak bola. Alih-alih sepenuhnya meninggalkan industri yang telah membesarkan namanya, Messi tampaknya memilih membangun posisi baru sebagai investor dan pemilik klub. Strategi tersebut juga telah ditempuh sejumlah mantan maupun pemain aktif lainnya. Gerard Pique memiliki keterlibatan besar dalam FC Andorra, sedangkan Kylian Mbappe dan Vinicius Junior juga telah masuk dalam kelompok investasi klub di Prancis dan Portugal.
Meski nama Messi dapat meningkatkan daya tarik Eldense secara signifikan, kepemilikan baru tidak otomatis memungkinkan klub mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan pemain. Sepak bola profesional Spanyol menerapkan regulasi pengendalian biaya dan batas pengeluaran skuad yang membuat setiap klub harus menyesuaikan belanja pemain dengan kondisi pendapatan serta kemampuan finansialnya. Karena itu, Messi tidak dapat begitu saja menyuntikkan dana tanpa batas untuk membentuk skuad baru. Eldense harus tetap memenuhi aturan finansial yang berlaku di Segunda Division. Pendekatan yang lebih realistis dapat dilakukan melalui penguatan struktur olahraga, akademi, perekrutan pemain muda, peningkatan pendapatan komersial, dan pembangunan jaringan pencarian bakat. Reputasi global Messi sendiri berpotensi membuka peluang sponsor serta kerja sama yang sebelumnya sulit diperoleh klub dengan skala seperti Eldense.
Kepemilikan Cornella dan Eldense juga dapat menimbulkan persoalan regulasi apabila suatu saat kedua klub bermain di kompetisi yang sama. Saat ini situasi tersebut belum menjadi masalah karena terdapat jarak tiga tingkat kompetisi antara keduanya. Eldense berada di kasta kedua, sementara Cornella bermain di kasta kelima dan masih memiliki karakter kompetisi yang berbeda. Namun, aturan mengenai kepemilikan beberapa klub menjadi semakin penting dalam sepak bola modern karena regulator berusaha memastikan independensi dan integritas kompetisi. Messi dan tim bisnisnya karena itu harus mempertimbangkan struktur kepemilikan kedua klub untuk jangka panjang. Persoalan tersebut dapat menjadi relevan apabila Cornella mengalami promosi secara beruntun atau Eldense turun ke divisi yang lebih rendah pada musim-musim mendatang.
Rencana mengambil alih Eldense memperlihatkan bahwa Messi mulai mempersiapkan babak baru kehidupannya di luar lapangan dengan tetap menjadikan sepak bola sebagai pusat aktivitas. Untuk saat ini, statusnya belum dapat disebut sepenuhnya sebagai pemilik baru karena transaksi masih menunggu due diligence, penyelesaian prosedur hukum dan kontrak, serta persetujuan otoritas olahraga Spanyol. Jika semua persyaratan terpenuhi, Messi akan mengambil kendali atas klub yang sedang berjuang keluar dari posisi ke-20 Segunda Division dan membutuhkan stabilitas setelah awal musim yang sulit. Tantangan tersebut membuat proyek Eldense berbeda dari investasi pada klub besar yang sudah memiliki struktur mapan. Messi memiliki kesempatan menggunakan reputasi, jaringan internasional, dan pengalamannya selama puluhan tahun di sepak bola untuk membantu membangun klub dari kota kecil tersebut. Setelah menguasai Cornella dan terlibat bersama Deportivo LSM, pengambilalihan Eldense akan semakin menegaskan transformasi Lionel Messi dari megabintang di lapangan menjadi salah satu figur pemilik klub yang mulai membangun pengaruh di balik layar sepak bola.