Jakarta, 6 Mei 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Airlangga menjelaskan bahwa penguatan fundamental ekonomi menjadi kunci utama dalam menjaga nilai tukar. Pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor serta pengendalian impor untuk memperbaiki neraca perdagangan dan mengurangi tekanan terhadap rupiah.
Selain itu, koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) juga diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan moneter dan fiskal diupayakan berjalan selaras agar memberikan dampak yang optimal.
Pemerintah juga mendorong masuknya investasi asing sebagai salah satu sumber devisa. Dengan meningkatnya aliran modal, diharapkan likuiditas valuta asing dapat terjaga dan membantu menstabilkan nilai tukar.
Di sisi lain, Airlangga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang konsisten dan transparan. Stabilitas ekonomi makro dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
Meski menghadapi berbagai tantangan global, pemerintah optimistis rupiah dapat tetap stabil. Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, nilai tukar diharapkan mampu bertahan dan bahkan menguat dalam jangka menengah.