Jakarta, 5 Mei 2026 – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia kembali menegaskan bahwa sejumlah informasi yang beredar mengenai program ketenagakerjaan tidak benar atau hoaks. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan program resmi.
Dalam keterangannya, pihak Kemnaker menyebutkan bahwa hoaks tersebut umumnya berisi penawaran pelatihan kerja, bantuan dana, hingga rekrutmen yang mengatasnamakan pemerintah. Informasi palsu ini sering disebarkan melalui media sosial dan pesan berantai yang sulit diverifikasi kebenarannya.
Masyarakat diingatkan untuk selalu mengakses informasi melalui kanal resmi, baik situs web maupun akun media sosial resmi pemerintah. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang diterima benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kemnaker juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan instan, terutama jika disertai permintaan data pribadi atau biaya tertentu. Modus seperti ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Pengamat digital menilai meningkatnya penyebaran hoaks menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital di masyarakat. Kemampuan untuk memverifikasi informasi menjadi hal yang sangat penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Dengan adanya klarifikasi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak menjadi korban informasi palsu. Upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk menekan penyebaran hoaks di ruang digital.