Jakarta, 25 September 2026 –
Puluhan delegasi meninggalkan ruang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu naik ke podium untuk menyampaikan pidato pada Kamis, 24 September 2026. Aksi walkout berlangsung di Markas Besar PBB, New York, dalam rangkaian debat umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Rekaman dari ruang sidang memperlihatkan sejumlah perwakilan negara berdiri dan berjalan menuju pintu keluar ketika Netanyahu memulai penampilannya. Reuters dan Associated Press sama-sama melaporkan bahwa puluhan delegasi meninggalkan ruangan, sementara sebagian perwakilan lainnya tetap berada di tempat duduk mereka. Aksi tersebut berlangsung ketika kebijakan dan operasi militer Israel terus menjadi salah satu isu yang diperdebatkan dalam forum internasional.
Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya setelah sejumlah delegasi meninggalkan ruang sidang. Dalam pidato tersebut, ia membela tindakan Israel dalam berbagai konflik di kawasan dan menanggapi kritik internasional terhadap pemerintahannya. Netanyahu juga mengecam delegasi yang melakukan walkout dengan menyebut mereka sebagai “moral cowards” atau pengecut secara moral. Sikap tersebut memperlihatkan ketegangan yang menyertai pidatonya di tengah meningkatnya perbedaan pandangan mengenai kebijakan Israel. Sidang Umum PBB tahun ini berlangsung ketika konflik di Timur Tengah menjadi salah satu agenda utama yang dibicarakan para pemimpin dunia.
Pidato Netanyahu berlangsung dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang sesi tahunannya dibuka pada 8 September 2026. Pekan tingkat tinggi berlangsung pada paruh kedua September dengan debat umum mempertemukan kepala negara, kepala pemerintahan, dan perwakilan tingkat tinggi dari berbagai negara. Majelis Umum sendiri terdiri atas seluruh 193 negara anggota PBB yang memiliki kedudukan suara setara dalam forum tersebut. Karena itu, pidato para pemimpin dalam debat umum kerap menjadi kesempatan untuk menyampaikan posisi masing-masing negara mengenai konflik, keamanan internasional, ekonomi, dan berbagai persoalan global lainnya. Situasi Timur Tengah menjadi salah satu isu yang mendapatkan perhatian besar selama pertemuan tahun ini.
Di luar gedung PBB, demonstrasi juga berlangsung bertepatan dengan kehadiran Netanyahu di New York. Ratusan demonstran berkumpul di sekitar kawasan PBB untuk menyuarakan protes menjelang dan selama pidato perdana menteri Israel tersebut. Kehadiran demonstran di luar gedung dan aksi walkout di dalam ruang sidang menunjukkan kuatnya perbedaan sikap terhadap kebijakan pemerintah Israel. Namun, aksi meninggalkan ruangan merupakan tindakan masing-masing delegasi dan tidak sama dengan keputusan resmi Majelis Umum PBB sebagai lembaga. Netanyahu tetap memperoleh kesempatan menyampaikan pidatonya sesuai agenda debat umum.
Dalam pidatonya, Netanyahu mempertahankan kebijakan keamanan dan operasi militer Israel serta menolak berbagai kritik yang diarahkan kepada pemerintahannya. Ia juga membahas Iran dan konflik lain di kawasan sebagai bagian dari argumentasinya mengenai ancaman keamanan yang dihadapi Israel. Netanyahu sebelumnya telah menyatakan akan menggunakan forum PBB untuk membela tindakan negaranya dan menyampaikan versinya mengenai perkembangan di Timur Tengah. Pemerintah Israel selama ini menyatakan operasi militernya ditujukan untuk menghadapi ancaman keamanan dan kelompok bersenjata yang menyerang Israel. Pada saat bersamaan, kebijakan tersebut terus menghadapi kritik dari sejumlah negara dan organisasi internasional terkait dampak kemanusiaan serta konsekuensi regionalnya.
Peristiwa walkout kali ini juga menambah rangkaian penerimaan kontroversial terhadap Netanyahu dalam forum PBB. Pada Sidang Umum PBB tahun sebelumnya, sejumlah delegasi juga meninggalkan ruangan ketika Netanyahu tampil menyampaikan pidato. Situasi pada 2026 berlangsung dalam konteks geopolitik yang telah berubah dan konflik regional yang semakin luas, sehingga perhatian terhadap pidato pemimpin Israel kembali tinggi. PBB tetap menjadi arena diplomatik tempat negara-negara dengan posisi yang saling bertentangan menyampaikan pandangan masing-masing. Walkout menjadi salah satu bentuk ekspresi diplomatik yang digunakan sejumlah delegasi tanpa menghentikan berlangsungnya agenda resmi persidangan.
Aksi puluhan delegasi meninggalkan ruangan ketika Netanyahu naik podium memperlihatkan tajamnya perbedaan posisi negara-negara anggota mengenai Israel dan perkembangan konflik di Timur Tengah. Pada saat yang sama, keberadaan delegasi yang tetap mengikuti pidato menunjukkan bahwa respons terhadap Netanyahu tidak seragam di antara anggota PBB. Sidang Umum tidak menghasilkan keputusan hanya berdasarkan pidato seorang kepala pemerintahan, tetapi forum tersebut menjadi tempat negara-negara menyampaikan posisi diplomatik secara terbuka kepada komunitas internasional. Perhatian selanjutnya akan tertuju pada pernyataan para pemimpin lain serta pembahasan diplomatik yang berlangsung selama rangkaian Sidang Umum PBB ke-81. Perkembangan tersebut akan menjadi bagian dari dinamika diplomasi internasional ketika negara-negara terus memperdebatkan perang, keamanan regional, perlindungan warga sipil, dan jalan menuju penyelesaian konflik di Timur Tengah.